Halo, Rekans! Pernah nggak sih kamu merasa kalau iklan zaman sekarang makin sering di-skip? Di tahun 2026 ini, audiens makin “kebal” sama iklan tradisional. Nah, di sinilah guerilla marketing hadir sebagai penyelamat buat kamu yang pengen punya dampak besar tapi budget terbatas.
Mungkin sebagian dari Rekans ada yang baru dengar istilah ini, atau mungkin sudah sering dengar tapi masih agak samar. Bayangin strategi ini seperti perang gerilya: skalanya kecil, tidak terduga, tapi dampaknya bikin lawan terkejut!
Intinya, Rekans ingin menciptakan momen “Hah, apa nih?” yang membuat orang berhenti sejenak, melirik brand kamu, lalu secara sukarela membagikannya ke Instagram Story atau TikTok. High impact, low budget!
Sebenarnya, Guerilla Marketing Itu Apa Sih?
Secara teori, guerilla marketing adalah strategi pemasaran yang mengadopsi konsep “perang gerilya” alias mengandalkan unsur kejutan secara diam-diam untuk berkomunikasi dengan target pasar.
Alih-alih pakai baliho mahal di jalan protokol, Guerilla Marketing ini menggunakan taktik tidak konvensional. Rekans bisa “mengganggu” ruang publik atau acara tertentu dengan aktivitas kreatif yang memicu rasa penasaran, kegembiraan, hingga keheranan. Ini adalah alternatif cerdas buat Rekans yang ingin tampil beda dari pemasaran tradisional di media cetak atau TV yang mulai membosankan.
Jenis-Jenis Guerilla Marketing yang Wajib Kamu Tahu!
Biar nggak makin bingung, yuk kita bedah beberapa jenisnya yang paling sering bikin heboh:
1. Stealth Marketing (Pemasaran “Ninja”)
Stealth marketing adalah teknik Guerilla Marketing “magic” di mana brand mempromosikan produk secara halus tanpa audiens sadari kalau mereka lagi dipasarkan sesuatu. Mirip ninja, aksinya rapi dan nggak berisik!
2. Ambush Marketing (Taktik “Nebeng” Panggung)
Strategi Guerilla Marketing ini memanfaatkan hype dari sebuah acara atau event besar tanpa harus menjadi sponsor resmi. Rekans cukup “menyelipkan” kehadiran brand di sana dengan cara yang kreatif.
3. Ambient Marketing (Mainkan Fasilitas Umum)
Jenis ini memanfaatkan fasilitas publik—seperti halte bus, tangga, atau tempat sampah—untuk diubah menjadi media promosi yang unik. Misalnya, mengubah tiang listrik jadi bentuk sisir raksasa!
Taktik Ambush Content: Cara Cerdas “Memikat” Panggung Event Besar
Pernah nggak sih Rekans pengen ikut trending di tengah hype konser musik atau festival internasional, tapi budget pas-pasan buat jadi sponsor resmi? Di sinilah ambush content jadi pahlawan!
Ambush content (bagian dari ambush marketing) adalah taktik Guerilla Marketing di mana brand mencoba mengasosiasikan dirinya dengan sebuah event besar lewat konten kreatif. Sederhananya, Rekans “nebeng” panggung di momen besar tanpa bayar biaya aktivasi milyaran rupiah.
Manfaat Ambush Content buat Rekans:
- Efisiensi Budget (High ROI): Nggak perlu endorsement mahal, cukup kreativitas dan koneksi internet!
- Brand Relevance: Brand kamu bakal terlihat “manusiawi” dan up-to-date karena ikut nimbrung di percakapan yang lagi viral.
- Engagement Organik: Konten yang relevan dengan momen besar biasanya jauh lebih mudah di-share oleh netizen.
- Memotong “Noise” Kompetitor: Saat sponsor resmi sibuk dengan aturan branding yang kaku, Rekans bebas bikin konten yang fleksibel, berani, dan jenaka.
Baca selengkapnya: Ambush Content and Stealth Marketing, Strategi Marketing Halus!
Mengenal Stealth Marketing: Teknik Promosi Halus yang Bikin Terlena!
Kalau Rekans lebih suka pendekatan yang “elegan” dan tidak agresif, stealth marketing adalah jawabannya. Pernah nggak Rekans tiba-tiba pengen beli sepatu baru cuma karena lihat dipakai santai sama influencer favorit di konten “A Day in My Life”? Nah, itu salah satu bentuknya!
Kelebihan Stealth Marketing:
- Anti-Skip & Gak Bikin Risih: Audiens mengonsumsi pesan brand kamu sambil asyik menikmati konten utama.
- Bangun Curiosity: Orang lebih suka menemukan sesuatu sendiri daripada dijejali iklan. Ini memancing mereka mencari tahu produk Rekans secara sukarela.
Kekurangan yang Harus Diwaspadai:
- Risiko Etika: Kalau audiens merasa terlalu “dimanipulasi,” mereka bisa merasa tertipu dan ini bahaya buat reputasi brand.
- Sulit Mengukur Hasil: Karena sifatnya yang halus, efektivitasnya agak sulit dihitung dengan angka yang presisi dibanding iklan digital
Mengapa Guerilla Marketing Makin Penting di Tahun 2026?
Kenapa strategi ini tetap juara meski teknologi sudah makin canggih?
- Ad-Blindness Makin Parah: Rekans sendiri pasti sudah jago mengabaikan iklan di media sosial, kan? Gerilya marketing bisa menembus “tembok” itu.
- Algoritma Suka Keunikan: Konten unik memberikan sinyal positif ke algoritma karena memicu engagement organik yang tinggi.
- Biaya Iklan (CPC) Makin Mahal: Strategi gerilya membantu Rekans tetap eksis tanpa harus menguras saldo iklan setiap hari.
Mau Coba Guerilla Marketing untuk Brandmu? Biar Reaktan Asia Digital yang Bantu Strateginya!
Sebagai Marketing Agency Bali sekaligus Digital Agency Bali yang sudah berpengalaman selama 7+ tahun membantu 70+ UMKM lokal maupun luar Bali, Reaktan Asia Digital siap banget buat jadi bestie partner kamu untuk konsultasi lebih expert dalam dunia digital marketing strategy.
Reaktan Asia Digital akan bantu kamu dalam menyusun strategi digital marketing yang gak hanya melibatkan data statistik tapi juga melibatkan analisis mendalam tentang psikologi atau behaviour audiens. Reaktan Asia Digital as Digital Marketing Agency Bali tau banget, kalau kini dunia digital marketing strategy udah sampai di digital marketing 6.0 yang gak hanya fokus dengan pengalaman marketing yang sekedar viral atau angka-angka engagement semata, tapi juga pengalaman marketing yang sustainable dan punya directly-experience yang smooth, apa adanya, dan relevan sampai berkesan untuk audiens!
Gimana Rekans? Sudah dapat pencerahan buat mulai strategi kejutan versi brand kamu sendiri? Inget, di tengah bisingnya dunia digital, perhatian audiens adalah aset paling mahal. Rekans nggak butuh budget segunung buat beli perhatian itu, kamu cuma butuh keberanian aja nih buat tampil beda! Contact WhatsApp kami untuk free consultation!
Baca juga:
- Tren Digital Marketing 2026, Jangan Sampai Brandmu Ketinggalan
- Experiential Marketing: Intip Pengalaman Imersif IKEA
- Ini Beda KOC vs KOL, Biar Strategi Marketing Gak Salah Langkah!







