
Product Placement! Annyeonghaseyo, Rekans! Siapa nih Rekans di sini yang ngakunya KPopers khususnya pecinta drakor dari jaman elek sampai jaman now! Dari jaman Full House, Boys Before Flowers, You’re Beautiful, sampai Lovely Runner and Bon Appetit, Your Majesti! Nah sebagai para pecinta drakor, kalian pasti pernah banget nih lagi asyik-asyik scrolling maraton drakor favorit di Netflix, terus tiba-tiba fokusnya teralihkan sama benda mungil berwarna cokelat? Omo! Apalagi kalau bukan permen kopiko!
Mulai dari Vincenzo Cassano (Song Joong-ki) yang super karismatik, sampai para jaksa dan warga lokal di drakor Hometown Cha-Cha-Cha dan Our Blues, semuanya kompak banget unwrapping permen kopi asli Indonesia ini. Fenomena kopiko sering ada di drakor ini sukses bikin netizen tanah air heboh berjamaah sambil bilang, “Daebak!”
Tapi, tahu nggak sih Rekans, kalau ini semua bukan sekadar kebetulan atau karena sutradara dakornya doyan ngopi? Ini adalah bagian dari strategi marketing tingkat “Daebak!” bernama product placement. Yuk, kita bedah rahasia dapur di balik strategi marketing genius ini dengan gaya yang santai sambil marathon drakor favorit kamu! Kajja!
Apa Sih Sebenarnya Product Placement Itu?

Sebelum kita bahas lebih jauh tentang Kopiko, kita pahami dulu yuk konsep dasarnya, Rekans! Mengutip dari Marketeers, product placement (atau sering disebut PPL di industri hiburan Korea) adalah strategi pemasaran di mana sebuah produk disisipkan secara sengaja ke dalam konten hiburan, seperti film, series, atau drakor. Biasanya si produk bakal muncul dan nangkring manis nih di beberapa adegan secara alami tanpa merusak plot cerita.
Tujuannya apa? Tentu saja untuk mendongkrak brand awareness tanpa terlihat seperti iklan konvensional yang membosankan. Dibandingkan bikin iklan 30 detik yang sering di-skip penonton, menyisipkan produk ke dalam jalan cerita dinilai jauh lebih organik, smooth, dan memorable, Rekans! Product Placement ini pada akhirnya menjadi salah satu implementasi dari Stealth Marketing yang super halus!
Poin Plus Product Placement: Penonton nggak merasa sedang “dijejali” jualan, melainkan melihat produk tersebut sebagai bagian dari gaya hidup si karakter favorit mereka. Clean banget deh mainnya!
Baca juga: Ambush Content and Stealth Marketing, Strategi Marketing Halus!
Kenapa Kopiko Sering Ada di Drakor? Ini Strateginya!

Mungkin Rekans penasaran, kok bisa permen lokal Indonesia mejeng di produksi megah drakor yang modalnya miliaran? Jawabannya adalah karena Mayora (produsen Kopiko) jeli banget memanfaatkan momentum Korean Wave (Hallyu) yang lagi meledak di seluruh dunia!
Nggak tanggung-tanggung lho, demi nampang di layar kaca Negeri Ginseng, modal yang dikeluarkan juga super fantastis. Menurut laporan dari Republika, pada tahun 2022 saja, Kopiko tercatat sukses mensponsori hingga 15 judul drama Korea! Biaya promosi yang dihabiskan pun nggak main-main, yaitu tak kurang dari Rp80 miliar! Daebak, modalnya bener-bener sultan ya, Rekans?
Namun, investasi besar-besaran mereka di drakor ini sangat bernilai karena beberapa alasan strategis berikut:
1. Product Placement dengan Menunggangi Gelombang Korean Wave (Hallyu)
Globalisasi budaya Korea atau Korean Wave Hallyu sudah merambah ke seluruh penjuru bumi. Penonton drakor saat ini bukan cuma orang Korea atau Indonesia aja, tapi sudah mencakup pasar global di Asia, Amerika, hingga Eropa. Dengan menaruh produk di drakor Netflix, Kopiko otomatis mendapatkan panggung internasional bergengsi tanpa batas!
2. Efek Psikologis “Asosiasi Karakter”
Melansir dari ulasan CNA, penonton drakor punya ikatan emosional yang sangat kuat dengan karakter di dalamnya. Saat tokoh utama yang keren, pinter, dan berwibawa makan permen kopiko saat mereka ngantuk atau lelah bekerja, secara psikologis penonton akan langsung berpikir: “Wah, penolong saat lelah nih!” Efeknya? Penonton jadi ikutan craving dan jadi pengen nyobain juga, saat itu juga!
3. Solusi Praktis untuk Format Product Placement
Drakor dikenal sangat ketat dalam menyisipkan PPL. Produk yang masuk harus terlihat natural dan nggak merusak aesthetic. Kopiko punya keunggulan di sini: bentuknya kecil, gampang dibawa, dan sangat relevan dengan jalan cerita drama yang sering menampilkan adegan lembur, nyetir jarak jauh, atau begadang menyusun strategi hukum. Sangat masuk akal untuk dikonsumsi di dalam adegan!
Dampak Genius dari Strategi Product Placement Kopiko
Strategi product placement yang agresif dengan modal puluhan miliar ini terbukti membuahkan hasil yang manis banget, Rekans. Bukan cuma viral dan jadi trending topic di media sosial, penjualan Kopiko di berbagai negara dikabarkan melonjak signifikan setiap kali dramanya meledak di pasaran.
Kopiko berhasil mengubah citra permen kopi legendaris yang tadinya “lokal banget” menjadi produk global yang trendy, chic, dan dicari oleh generasi muda di seluruh dunia. Jinjjayeo? (Beneran?) Iya, beneran terbukti sukses besar!
Udah Siap Bikin Brandmu Jadi ‘Daebak‘ juga lewat Hallyu Kayak Kopiko?
Dari fenomena Kopiko sering ada di drakor, kita bisa belajar kalau marketing itu bukan cuma soal seberapa keras kita berteriak mempromosikan produk, tapi soal seberapa berani dan cerdas kita menempatkan produk tersebut di tempat dan waktu yang tepat. Memanfaatkan kekuatan Korean Wave or Hallyu lewat media drakor Netflix terbukti jadi salah satu langkah jackpot bagi Kopiko, Rekans!
Dari lesson marketing ini, tentu bisa jadi sebuah strategi marketing yang bisa kamu eksekusi juga untuk brand mu. Biar makin based on data dengan matang disertai riding the trends yang up to date, Reaktan Asia Digital – Digital Marketing Agency Bali siap bantu kamu sebagai best partner di dunia digital marketing!
Dengan pengalaman yang sudah berkecimpung selama hampir 7 tahun untuk handle 70+ brand di Bali sejak 2019, Reaktan sebagai Marketing Agency Bali akan bantu kamu dalam menyusun langkah-langkah taktis untuk strategi marketing yang terplanning, measurable, organic, smooth but long impact-game!
Buat Digital Marketing Agency Bali seperti kami, dunia digital marketing era Marketing 6.0 kayak sekarang, gak bisa hanya dijejelin dengan iklan-iklan konvensional nan generik semata, tapi juga strategi yang halus dan autentik.
Nah, gimana nih menurut kamu Rekans? Tiap kali nonton drakor dan lihat si lead male favorit kamu makan permen kopiko di sela-sela aktivitasnya, kamu pasti jadi auto langsung pengen ikutan ngemil juga nggak, sih? Berarti, strategi product placement mereka ke kamu udah sukses besar! Jangan lupa, kuncinya adalah riding the trends, berani mendobrak pasar, tapi jadi tetap autentik, jadi jati diri brand kamu sendiri! Sampai jumpa di artikel berikutnya Rekans, Annyeong!
Baca juga:
- Intip ‘Paradise’ Marketing Lessons dari Single’s Inferno!
- Girl Group Nona, Lokalitas Indonesia untuk Dunia
- Fore Coffee & Label Nutrisi: Berani Transparan Demi Brand Positioning
- Instant Instagram, Fitur Terbaru buat Share Moment Realtime!



