Sirup Marjan, si Ikon Ramadhan yang Long Term Branding

Sirup Marjan Iklan Ramadhan Long Term Branding Brand Positioning Brand Identity Marketing Agency Bali Digital Marketing Agency Bali Reaktan Asia Digital
Source: https://cdn-1.timesmedia.co.id/

Ramadhan tiba, Sirup Marjan pun tiba! Hola Rekans! Apa kabar? Udah siap belum nih buat mulai beribadah puasa? Wah, nggak terasa ya, kalau kita udah mulai melihat iklan sirup dengan serba-serbi story telling yang niat puol atau CGI sekelas film Hollywood muncul, itu tandanya hilal Ramadhan sudah makin dekat.

Siapa lagi kalau bukan Sirup Marjan? Brand yang satu ini memang sedari dulu punya sweet spot yang nyantol di hati (dan meja makan) masyarakat Indonesia. Tapi, pernah nggak sih Rekans berpikir, kenapa harus brand Sirup Marjan? Padahal banyak merk sirup lain yang mungkin lebih affordable atau punya rasa yang nggak kalah enak.

Nah, mari kita bedah strategi marketing jenius di balik si “Ikon Ramadhan” ini. Kita akan bicara soal long term branding mereka yang konsistennya bukan main!

Lebih dari Air Gula, Sirup Marjan adalah Pondasi Brand Identity

Bagi banyak orang, sirup marjan bukan sekadar minuman pelepas dahaga saat buka puasa Rekans! Marjan sudah berhasil membangun brand identity yang sangat berpondasi sebagai “Sang Penanda Musim”.

Identity ini udah jelas nggak dibangun dengan sistem SKS, Rekans. Mereka konsisten menggunakan elemen visual yang elegan, botol kaca yang khas, dan tentu aja USP mereka: strategi iklan tematik.

Marjan gak memposisikan dirinya sebagai produk harian yang dikonsumsi tiap saat. Mereka memilih menjadi “special guest” yang bakal hadir cuma di momen paling emosional bagi masyarakat Indonesia: Bulan Suci Ramadhan dan Lebaran. Izin!

Masterclass dalam Brand Positioning

Sirup Marjan Iklan Ramadhan Long Term Branding Brand Positioning Brand Identity Marketing Agency Bali Reaktan Asia Digital
Source: https://cdns.klimg.com/

Dalam dunia marketing, brand positioning adalah tentang bagaimana sebuah produk ingin diingat di benak konsumen. Di sini Sirup Marjan melakukan langkah berani dengan “memonopoli”. Bukan memonopoli pasar, melainkan memonopoli satu momentum spesifik.

Strategi marketingnya simpel tapi mematikan:

  • Off-season: Mereka cenderung diam-diam bae alias mode hemat energi!
  • Peak-season: Mereka jor-joran mengeluarkan iklan dengan story telling serta kualitas produksi tingkat tinggi.

Hasilnya? Tercipta Top of Mind yang terpupuk dari jaman kita masih jadi kanak-kanak sampai jaman sekarang yang mungkin ada dari Rekans yang sudah punya anak!

Begitu masuk bulan Sya’ban, otak kita secara otomatis melakukan asosiasi: Ada iklan Marjan muncul = Ramadhan sudah dekat. Inilah level tertinggi dari brand positioning, di mana brand tidak lagi mengejar konsumen, tapi konsumen lah yang menunggu kehadiran sang brand.

Sirup Marjan: Strategi Long Term Branding yang Long Lasting

Sirup Marjan Iklan CGI 2026 Ramadhan Long Term Branding Brand Positioning Brand Identity Marketing Agency Bali Reaktan Asia Digital
Source: https://image.idntimes.com/

Banyak brand terjebak dalam strategi jangka pendek demi mengejar sales instan. Tapi sirup marjan adalah contoh nyata kesuksesan long term branding. Mereka berinvestasi pada narasi cerita (storytelling) selama bertahun-tahun. Bayangin, bertahun-tahun Rekans!

Ingat iklan Marjan versi legenda rakyat? Atau versi pahlawan lokal dengan kualitas visual yang memanjakan mata? Itu bukan sekadar pamer budget, Rekans! Itu adalah cara mereka menjaga relevansi lintas generasi.

Anak-anak yang dulu menonton iklan Marjan tahun 2010-an, sekarang kemungkinan sudah menjadi pengambil keputusan belanja di rumah tangga mereka sendiri. Dan apa yang mereka beli? Tentu aja memori masa kecil mereka yang dibungkus dalam sebotol Sirup Marjan.

Baca juga: Sustainable Branding dan Lokalitas: Strategi Branding Kopi Tuku 

Kenapa Ramadhan dan Sirup Marjan Tak Terpisahkan?

Rekans tau gak sih, kalau koneksi antara Marjan dan Ramadhan sudah masuk ke tahap kultural! Marjan berhasil menyentuh aspek psikologis “kebersamaan” dan rasa “kemenangan”.

Mereka gak semata jualan sirup rasa Cocopandan atau Melon yang seger itu. Mereka jualan momen “berbuka bareng keluarga”. Mereka jualan “kesegaran setelah menahan lapar”. Secara tidak sadar, Rekans pasti merasa ada yang kurang kalau di meja makan saat Lebaran tidak ada botol hijau atau merah yang ikonik itu, kan?

Ini erat kaitannya sama yang namanya Category Entry Points, dimana brand bisa memilih “mau berada di kondisi atau momen seperti apa” supaya brandnya auto menjadi Top of Mind!

Baca juga: Category Entry Points: Bedah Jurus Kampanye Netflix “Reza Lagi”!

Layaknya Orang Tua, Sirup Marjan Punya Best Insights buat Kita!

Dari fenomena sirup marjan, kita bisa belajar beberapa poin penting untuk strategi marketing maupun branding secara umum:

Poin Pembelajaran Penjelasan
Konsistensi adalah Kunci Jangan gonta-ganti identitas kalau ingin diingat dalam jangka panjang.
Momentum itu Emas Temukan satu momen di mana produkmu paling dibutuhkan, lalu kuasai!
Kualitas di Atas Segalanya Konten (iklan) yang digarap serius akan memberikan dampak viral yang organik.

Sirup Marjan dan Trending yang Long Lasting

Jadi, sirup marjan bukan cuma jago bikin sirup yang manis, tapi mereka adalah maestro dalam meracik strategi long term branding, brand identity yang konsisten, dan brand positioning yang pas. Mereka membuktikan bahwa dengan narasi yang kuat dan konsistensi yang terjaga, sebuah brand bisa berubah dari sekadar komoditas menjadi sebuah ikon budaya.

Long Term Branding gak cuma punya Sirup Marjan, Rekans! Strategi marketing ini, tentu bisa kamu eksekusi juga untuk brand mu. Biar makin terplanning, terstruktur, measurable, dan based on data dengan matang, Reaktan Asia Digital – Digital Marketing Agency Bali hadir untuk siap membantu kamu sebagai best partner di dunia digital marketing.

Dengan pengalaman yang sudah berkecimpung selama hampir 7 tahun untuk handle 70+ brand di Bali sejak 2019, Reaktan sebagai Marketing Agency Bali akan bantu kamu dalam menyusun langkah-langkah taktis untuk strategi marketing yang gak hanya powerful di online namun juga di offline!

Tentu buat Digital Marketing Agency Bali seperti kami, digital dan konvensional marketing itu adalah 2 aspek yang harus saling bersinergi dan gak boleh jalan sendiri-sendiri! Terutama di dunia digital marketing era Marketing 6.0 kayak sekarang, yang gak hanya fokus soal angka engagement maya tapi juga engagement nyata yang hangat dan teringat setiap saat.

Gimana menurut Rekans? Apakah tahun ini Rekans udah siap untuk war Sirup Marjan buat stok puasa di rumah, atau mau nungguin kelanjutan cerita di iklannya yang makin mirip film action itu? Jangan lupa, share pendapat kalian juga tentang Long Lasting Branding di kolom komentar ya!

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *