
Ini dia Guerilla Marketing yang agak laen!
“Lesti Sayang Billar.. Nissa Sabyan I Love You so Much.. Bismillah Baca Rekam Posting”
Ngacung deh Rekans, siapa di antara kalian yang mandi paginya tiba-tiba bisa kefikiran sama Lesti, Nissa Sabyan, dan tiba-tiba ke-play terus di top of mind suara sang Lord?
Atau gini deh, pernah enggak sih Rekans lagi asyik nimbrung di sebuah conversation, utas, atau diskusi seru di Thread, eh tiba-tiba muncul komentar: “Bismillah baca Al-Qur’an dulu biar nggak bingung, jangan lupa mampir ke Aldi’s Burger Cempaka Putih ya!”?
Awalnya mungkin kita gumoh, kesel, “Kayak apaan sih? Spam ya?!”. Tapi lama-lama? Kita malah jadi fanbase & hafal tagline kebangsaan ini. Itulah kekuatan guerilla marketing, yang kali ini lagi dimodif dalam versi agak nyeleneh oleh si biang genius, Lord: Aldi Taher!
Yuk buruan kita kupas strategi marketing ini sejuicy luicy Aldi’s Burger cempaka putih! Strategi yang bikin efek kejut, modal cekak, tapi dampaknya bikin geger!
Stealth Marketing: Guerilla Marketing yang Jadi si Tukang Nimbrung Sok Asyik tapi Efektif!
Rekans ingat gak sih kalau kita pernah bahas soal Stealth Marketing, yaitu part of Guerilla Marketing dimana ini adalah taktik promosi halus yang bikin iklan nggak berasa kayak iklan. Nah, belakangan ini Aldi Taher adalah level Final Boss di bidang ini. Ku kira cupu ternyata suhu!
Dia nggak butuh pasang Ads mahal. Dia cukup “blusukan” digital. Setiap ada isu viral, dari urusan politik sampai drama artis, dia bakal nimbrung di kolom komentar. Nimbrung ae dulu, sok asyik kemudian. Nah tapi dari kenimbrungan dan sokapnya, kehadirannya gak terasa gimmick sama sekali. Malah muncul secara natural, dengan durasi pendek, ringkas, tapi konsisten. That’s the point of Stealth Marketing: Smooth, gak terasa promosi samsek.
Di sini, dia nggak nunggu bola, dia yang nyamperin kerumunan massa. Dia masuk ke setiap percakapan dan diskusi yang ada dengan halus, bagai siluman yang gak mudah disadari, bikin sosoknya selalu omnipresent alias ada di mana-mana. Mau benci atau suka, nama dia udah telanjur mampir di kepala kamu, cye!
Nimbrang-nimbrung, Guerilla Marketing ala Aldi Taher!

Lord Aldi Taher, disini punya pola blusukan yang utama dan pertama alias wajib hukumnya Rekans! Apa itu? Teknik repetisi!
Kalau kalian kulik dan sadari ya Rekans, strategi utama Aldi itu sebenarnya simple yaitu mengandalkan Guerilla Marketing dengan teknik blusukan yang repetisi di berbagai platform media sosial. Dengan opennya usaha burgernya baru-baru ini, Aldi Taher secara masif langsung gas blusukan meninggalkan komentar di berbagai unggahan. Kalimat andalannya, ya mesti begini:
“Aldi’s Burger Cempaka Putih rotinya lembut dagingnya juicy lucy Mahalini Rizky Febian bisa pesan online.”
Walah, ini beneran lagi promosi makanan atau lagi main-main sih? Nah salah jangan salah, penyematan nama-nama idola papan atas kayak Mahalini dan Rizky Febian ini ternyata jadi umpan atensi supaya komentar Aldi Taher bisa stand out dan merebut exposure seantero Indonesia di antara ribuan komentar lain.
Ya walaupun pengemasannya seperti terkesan unserious, kocak, dan spamming tentunya tapi surprisingly, respon public justru positif karena kalimat tagline unik-nya ini hadir dengan bercanda namun konsisten! Konsisten namun bercanda! Intinya, konsisten dulu Rekans!
Masterclass Tagline: Kenapa sih Harus “Juicy Luicy Mahalini Rizky Febian”?

Satu hal yang paling bikin geleng-geleng kepala adalah gimana dia bikin tagline di usahanya: Aldi’s Burger Cempaka Putih Juicy Luicy Mahalini Rizky Febian.
Mentang-mentang burgernya diklaim juicy, maka disambungkan lah oleh si Lord Aldi Taher dengan nama band Indonesia yang kebetulan punya nama yang sama yaitu Juicy Luicy. Gak ketinggalan ada Mahalini beserta suaminya Rizky Febian yang jadi terseret ikutan. Secara logika, apa hubungannya burger sama band pop? Nggak ada! Tapi secara guerilla marketing, ini adalah jurus jitu buat jadi Top of Mind.
- Membajak Algoritma: Orang nyari “Juicy Luicy“, eh yang muncul malah burgernya Aldi.
- Efek Kejut (Shock Value): Nama yang nyeleneh itu justru yang bikin orang pengen beli karena penasaran. “Ini beneran burgernya Mahalini atau gimana?” or “Gimana ya rasanya burger si Bang Aldi, jadi penasaran!”
- Juicy yang Nancap: Kata “Juicy” itu punya daya magis di dunia kuliner. Begitu dikaitkan sama band favorit, asosiasi rasanya jadi ikutan keren dan enak di kuping (dan di lidah).
Promosiin Kompetitor dan Promosi di Lapak Kompetitor!
Ini yang namanya sikap, Rekans! Aldi Taher nggak segan buat promosiin burgernya di kolom komentar kompetitor akun-akun besar lainnya. Kalau brand lain mungkin takut kena banned atau dianggap nggak sopan, Aldi mah cuek aja, terobos! “Bagaimana mau sakses kalau banyak eh tapi?”
Dia pakai taktik spam komentar yang terlihat “spammy” tapi sebenernya itu adalah high-frequency branding. Dia tahu kalau di dunia digital, diam itu mati. Lebih baik dihujat tapi dikenal daripada keren tapi nggak ada yang tahu. Definisi enggak selamanya diam itu emas.
Selain itu, big surprisenya adalah saat stok produknya habis. Alih-alih menghentikan promosi, Aldi justru dengan open merekomendasikan merek kompetitor seperti Burger King hingga Burger Bangor kepada pengikutnya.
Bayangin, secara gak langsung ya, Aldi Taher sudah melalukan brand positioning ke Aldi’s Burger sebagai the top ultimate burger yang bakal selalu jadi top of mind alias opsi pertama kalau orang pingin makan burger. Nah brand competitor? Cuma jadi substitute, alias pilihan atau opsi pelengkap doang di ranah perburgeran-duniawi ini. Emang ya gak pernah enggak gong, reverse marketing cerdas!
Guerilla Marketing x Personal Branding, Hanya Aldi Taher yang Bisa Aldi Banget!
@ihsannauracrasiva CEO Burger sangat TOP 🍔 #jelajahrasa #promomakanharian #burgerbangor #burgersforttiktok #alditaher
Strategi marketing Aldi Taher itu ibarat resep crabby patty yang bumbunya sakral & cuma Tuan Krab yang punya. Kunci utamanya bukan di kalimatnya, tapi di siapa yang ngomong. Aldi Taher udah sukses ngebangun “Personal Brand” sebagai Chief Chaos Officer yang otentik. Selama bertahun-tahun, dia konsisten jadi figur meme yang unpredictable dan absurd dari yang awalnya sosok aktor dan anak band keren.
Jadi, pas dia jualan Aldi’s Burger pakai cara yang nyeleneh, netizen nggak heran apalagi ngambres. Kenapa? Karena ya itu emang “dia banget kok!”. Citranya yang udah kadung melekat sebagai komoditas hiburan bikin promosi burgernya kerasa kayak part of the show yang seru buat diikutin. Ada unsur meme-ability yang kuat di sini. Orang-orang dengan senang hati jadi “reseller” kontennya secara sukarela cuma karena ngerasa itu lucu dan relatable sama kultur internet kita.
Nah, di sinilah letak jebakannya buat brand lain. Tanpa fondasi personal branding yang sekuat baja dan seunik Aldi, taktik guerilla marketing yang unik dan “blusukan” di kolom komentar bakal berakhir jadi bencana Public Relations. Ini lah kenapa personal branding dan brand character jadi sesuatu roots atau core kuat yang harus ada terlebih dahulu di atas semua strategi marketing.
Nah kita nggak perlu jadi se-absurd Aldi Taher kok Rekans, tapi kita bisa ambil esensinya:
- Jangan Takut Jadi Beda: Di dunia yang serba rapi, sedikit “chaos” itu perlu buat menarik perhatian. Sedikit lebih unik itu jauh lebih baik, dari sedikit lebih baik.
- Kecepatan adalah Kunci: Jadilah yang pertama muncul di setiap isu yang relevan dengan audiensmu.
- Ciptakan Top of Mind: Bikin sesuatu yang saking uniknya, orang bakal langsung inget brand kamu pas mereka butuh solusi di bidang tersebut.
Baca juga: 5 Tips Bikin Personal Branding Pangkal Trending di 2026!
Semua Memang Milik Tuhan, Tapi Strategi Marketing Ciamik: Milik Reaktan Asia Digital!
Guerilla marketing itu soal keberanian. Aldi Taher udah buktiin kalau modal nekat dan kreativitas “luar pagar” bisa bikin bisnis burger di Cempaka Putih jadi perbincangan nasional bahkan internasional pun tertembus!.
Nah sebagai Marketing Agency Bali yang sudah handle 70+ UMKM di Bali selama kurang lebih 6 tahun sejak tahun 2019, Reaktan siap banget buat jadi bestie partner kamu untuk konsultasi lebih expert di dunia digital marketing strategy. Kita siap bantu kamu dalam menyusun strategi marketing yang gak hanya melibatkan data tapi juga melibatkan analisis mendalam tentang psikologi atau behaviour audiens. Plus, up to date with riding the trends! Reaktan Asia Digital as Digital Marketing Agency Bali tau banget, kalau kini dunia digital marketing strategy itu udah sampai ke Marketing 6.0, yaitu pengalaman marketing yang punya directly-experience berkesan nan relevan untuk audiens!
Jadi, Rekans, kapan nih kita mulai bikin kampanye yang bikin orang bilang “Hah, apa-apaan sih bang?” tapi berujung jadi checkout keranjang?
Baca juga :
- Gimmick Marketing Open to Work Prilly Latuconsina
- Humor Advertising, Teknik Ngiklan yang Gak Serius Tapi Serius!
- Pattern Disruption: Papan Bunga ala Andre Taulany!
- Ghost Mode, Fitur Terbaru Instagram Plus buat Jadi Anonim!



